Klinik Dewata Tirta Medika

Senin - Minggu : 07:00 - 21:00

Makanan Saat Anak Diare

Makanan Saat Anak Diare- Bunda perlu lebih selektif dalam memberikan makanan yang akan ia konsumsi. Jika salah memberikan makanan, kondisi Si Kecil bisa saja menjadi lebih parah.  

Ketika mengalami diare, seorang anak bisa mengalami beberapa gejala berupa mencret atau tekstur kotorannya cair dan lembek, BAB lebih dari 3 kali sehari, sakit perut, pusing dan lemas, mual dan muntah, serta demam.

Kerap kali diare yang disebabkan oleh infeksi virus sembuh dengan sendirinya dalam 2–5 hari. Meski demikian, kondisi ini dapat membuat anak terlihat lemas dan mengalami dehidrasi.

Baca Juga : Pengertian Diare, gejala, dan penyebabnya.

Makanan saat Anak Diare

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, walau sebagian besar diare akan sembuh sendiri dalam beberapa hari, orang tua perlu sigap dalam menyikapi diare pada anak. Salah satu langkah penting dalam merawat anak yang sedang diare adalah memberikan cairan yang cukup dan makanan yang tepat untuk anak diare.

Sedangkan pemberian obat diare pada anak, sebaiknya dikonsultasikan ke dokter terlebih dahulu.

Jika bayi atau anak masih menyusu, ia bisa tetap diberikan air susu ibu (ASI) secara rutin atau setiap kali ia muntah dan mencret.

Untuk anak yang sudah bisa mengonsumsi MPASI (di atas usia 6 bulan), ia bisa diberikan air putih, ASI, dan minuman yang mengandung elektrolit, misalnya air kelapa, untuk mencegah dehidrasi. Namun, Bunda tidak disarankan untuk memberi jus buah, karena justru dapat mengencerkan tinja Si Kecil.

Baca Juga: Diare Pada Anak

Selain itu, ada beberapa jenis makanan yang baik untuk dikonsumsi anak ketika diare, antara lain:

  • Nasi atau bubur
  • Roti
  • Telur matang
  • Sup
  • Kentang atau ubi yang direbus atau dipanggang
  • Sayuran yang dimasak, seperti wortel, jamur, atau buncis
  • Daging sapi, ayam, atau ikan, yang dimasak hingga matang

Tak hanya beberapa makanan di atas, anak juga bisa diberi makanan atau minuman yang mengandung probiotik seperti yoghurt.

Sementara itu, beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh anak saat mereka diare adalah makanan yang digoreng, makanan berminyak, makanan olahan atau cepat saji, dan kue kering.

Hindari pula memberikan buah dan sayuran yang bisa menyebabkan gas, seperti brokoli, paprika, jagung, kacang polong, dan buah beri.

Dengan melakukan pola pemberian minuman dan makanan yang baik, diare biasanya akan sembuh dalam beberapa hari. Pada prinsipnya, Bunda perlu mengganti cairan yang keluar setiap kali Si Kecil selesai buang air besar atau muntah.

Jika Si Kecil tidak bisa makan dalam porsi banyak, coba berikan ia makanan dalam porsi kecil namun lebih sering.

Cara Mencegah Diare pada Anak

  • Pastikan Si Kecil rajin mencuci tangan dengan benar, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan.
  • Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum diolah dan dikonsumsi Si Kecil.
  • Bersihkan atau cuci peralatan masak hingga bersih sebelum dan sesudah digunakan.
  • Berikan Si Kecil air minum dan makanan yang bersih dan higienis.
  • Pastikan makanan yang disajikan sudah matang sempurna.

    Baca Juga : Mengatasi Diare Pada Anak

Diare pada anak kebanyakan bisa sembuh sendiri dalam waktu beberapa hari, asalkan Si Kecil tetap diberikan makanan dan minuman yang cukup. Akan tetapi, Bunda tetap perlu waspada jika Si Kecil mengalami beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  • Buang air besar encer lebih dari 4 kali dalam jangka waktu 8 jam
  • Diare terjadi lebih dari 3 hari
  • Tampak sangat lemas
  • Muntah cairan berwarna kuning atau hijau
  • Demam
  • Bercak darah di tinjanya
  • Tidak buang air kecil selama 12 jam
  • Bibir terlihat sangat kering atau jika ia menangis tanpa air mata

Jika Si Kecil tak kunjung membaik meski telah diberi makanan untuk anak diare, terlebih jika ia mengalami beberapa gejala di atas, segera bawa Si Kecil ke dokter.

1 Comment

  • Posted October 5, 2020 7:22 am 1Likes

    ulasan yang sangat bermanfaat. akhirnya, tidak bingung lagi kalo si dedek kena diare.

Leave a comment